Introvert Bercerita

  • Beranda
Home Archive for Juli 2014
Setiap hariku mohon agar kau senantiasa
Memberiku ketenangan dalam hati kekuatan
Menempuhi segala dugaan yang mencabar ini
Pasti punya artinya

Kau beriku harapan
Menjawab segala persoalan
Hadapi semua dalam tenang
Dengan merasa kesyukuran
Ku do'a kau selalu mengawasi gerak-gerikku
Berkatilah ku perlu rahmat dariMu

Oh Tuhan terangkan hati dalam sanubariku
Untuk menempuhi segala hidup penuh cabaran ini
Oh Tuhan ku berserah segalanya kepadaMu
Agar jiwaku tenang dengan bimbinganMu selalu

Ada kala ku merasa hidup ini seperti kaca
Jikalau tak bersabar hancur berderailah akhirnya
Tabahkanlah hatiku melalui semua itu ooh
Kuatkanlah (kuatkanlah) jagakanlah diriku

Oh Tuhan terangkan hati dalam sanubariku
Untuk menempuhi segala hidup penuh cabaran ini
Oh Tuhan ku berserah segalanya kepadaMu
Agar jiwaku tenang dengan bimbinganMu selalu
Curahkanlah nikmatMu kepada hidupku

Oh Tuhan terangkan hati dalam sanubariku
Untuk menempuhi segala hidup penuh cabaran ini
Oh Tuhan ku berserah segalanya kepadaMu
Agar jiwaku tenang dengan bimbinganMu selalu





I always needed time on my own
I never thought I'd need you there when I cry
And the days feel like years when I'm alone
And the bed where you lie
Is made up on your side

[Pre-chorus:]
When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now?

[Chorus:]
When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear to always get me through the day
And make it OK
I miss you

I've never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you,
I love the things that you do

[Pre-chorus]

[Chorus]

We were made for each other
Out here forever
I know we were, yeah, yeah
All I ever wanted was for you to know
Everything I do, I give my heart and soul
I can hardly breathe, I need to feel you here with me, yeah

[Chorus:]
When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear will always get me through the day
And make it OK
I miss you
                Aku kembali memperhatikannya yang sedang mengelap peluh yang bercucuran diwajahnya. Handuknya yang sudah basah akan peluh, ia letakkan dan ia ganti dengan mengambil air mineral yang tak jauh dari tempat ia meletakkan handuknya. Ia telan beberapa teguk air mineral itu. Namun tak lama ia bangkit diikuti teman-temannya nenuju tengah lapangan. Tapi aku tetap pada tempatku memperhatikannya tadi.
                Kembali kulihat bola basket ditangannya. Dengan gaya yang cool ia mendrible bola itu kemudian melemparkannya ke ring. Lagi-lagi bola yang sempat berputar-putar di bibir ring masuk dengan sempurna. Disusul teriakan para penonton yang rela berpanasan di tepi lapangan. Salah satunya aku. Namun hari itu aku memilih menonton di bawah pohon akasia yang tak jauh dari lapangan, sehingga aku tidak begitu kepanasan. Aku adalah penonton setia permainan basket Adrian bersama teman-temannya. Adrian yang tak lain adalah sosok yang sedari tadi aku perhatikan. Termasuk saat ia mengelap peluh pun aku memperhatikannya. Entah sejak kapan kebiasaanku memperhatikan Adrian muncul. Akhir-akhir ini aku selalu semangat menonton permainan basket Adrian.
                Sebenarnya aku sudah hampir 4 tahun mengenal Adrian. Saat smp kami satu sekolah. Aku pertama kali mengenalnya saat kami sama-sama kehujanan ketika pulang sekolah. Ketika itu kami sedang menunggu bus di halte yang tak jauh dari sekolah. Itu terjadi 3 tahun yang lalu. Saat itu, hujan sangat deras. Namun aku sudah terlanjur tiba di halte, demikian juga Adrian. Kebetulan hanya kami berdua yang ada di halte itu. Kami awalnya sedikit canggung. Namun Adrian berusaha mencairkan suasana.
"Haiii.." sapanya berusaha memecah keheningan.
"Haii juga." jawabku datar dan terkesan cuek.
"Kamu anak SMP Pelita juga kan?" tanyanya basa basi. "Emmm.. Kenalin, aku Adrian." sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Ameel." jawabku dingin sambil menyambut uluran tangan Adrian. Saat itu aku tidak terlalu menghiraukan Adrian. Aku memang tipikal orang yang cuek pada orang yang belum aku kenal. Dan pertemanan kami pun hanya sebatas saling mengenal.
                Setelah 3 tahun di smp yang sama, Tuhan ternyata belum mau memisahkan kami. Aku dan Adrian kini satu sma, di SMA Nusa. Bahkan kami satu kelas, kelas X-8. Pertemanan kami pun jadi lebih akrab. Kami jadi sering jalan bareng dan belajar bareng. Dan sepertinya ada yang berubah dari kami, tepatnya dari diriku, dan tepatnya lagi perasaanku. Aku sendiri tak tau sejak kapan rasa ini muncul. Dan aku tak tau mengapa rasa ini bisa muncul.
"Haii Ameel.." sebuah suara yang begitu aku kenal menyapaku dengan nada agak tinggi. Aku yang tadinya melamun terkejut saat menoleh.
"Adrian?" sejenak aku memperhatikannya "Ka.. Kamuu.. Kok disini?"
"Emang kenapa? Nggak boleh?"
"Yaa.. Ya bukannya nggak boleh. Tapikan kamu lagi tanding."
"Itukan tadi. Kamu sih ngelamun. Liat tu, udah pada bubar kan? Eh kamu masih disini sendiri."
Aku celingak-celinguk memandangi sekelilingku. Benar saja, semua sudah pergi. Tinggal aku dan Adrian.
"Ya ampuuun.. Tee.. terus Thea mana?"
"Kamu tadi ngelamun terus Thea udah coba nyadarin kamu. Tapi kamu tetep aja ngelamun. Ya udah terus aku suruh pergi deh dia." Adrian tersenyum padaku, kemudian melanjutkan kalimatnya. "Tapi aku heran, tadi Thea teriak-teriak nyadarin kamu tapi nggak bisa-bisa. Eeh tapi begitu denger suaraku kamu langsung sadar.. Hayyooo jangan-jangan kamuuu....."
"Jangan-jangan apa? Nggak usah aneh-aneh deh."
"Jangan-jangan kamu suka ya sama aku? Hayoo ngaku Meel..."
"Iiih apaan sih. Enggaklah, GR deh.."
"Kalo enggak kenapa mukanya harus merah?" Adrian menggodaku.
Mati aku! Kenapa harus keliatan malu sih.. Aaaarrrgggghhhh!!! gerutuku dalam hati.
Wajah Adrian berubah, menampakkan keseriusan. "Meel.."
"Apa?"
"Ini buat kamu." Adrian memberikan sebuah novel padaku. "Baca judulnya aja ya."
Aku menerima novel itu, dan kubaca judulnya.
Will you be mine? What? Apa maksudnya? Adrian nembak gue? Aduh gimana nih.. aku pun berpura-pura bingung tidak mengerti maksud Adrian dan menganggapnya sebagai lelucon.
"Novel ini kamu yang nulis? Hahaha.. Kamu bercanda kan?"
"Aku serius. Will you.... "
"Ssttt.." aku meletakkan telunjukku di bibir Adrian. Kemudian ku ambil sebuah novel dari tasku. Aku sering membawa novel jika aku pergi, termasuk saat sekolah.
"Baca judulnya ya. Itu jawaban dari pertanyaan kamu."
"I am yours." Adrian tersenyum lebar. "Really?"
Aku hanya mengangguk kemudian tersenyum padanya.
Langganan: Komentar ( Atom )

ABOUT AUTHOR

LATEST POSTS

  • Tujuh Makhluk Penghuni 312
    Haii guys!!! Haaaahhhh… Nggak kerasa satu semester udah aku lewati di Teladan, sekolah baruku tercintaaahh :* Bahkan kini aku sudah be...
  • 7 Januari 2015
    7 Januari 2015 Aku di sini termenung. Merenungin suatu kecepatan sebuah kehidupan. Ya, cepat. Sebuah kata yang kuanggap paling tepat unt...
  • GLEN FREDLY - JANUARI
    Berat bebanku Meninggalkanmu Separuh nafas jiwaku Sirna... Bukan salahmu Apa dayaku Mungkin benar cinta sejati Tak berpihak Pa...
  • Menengok Kembali
    "Aku capek. Kenapa tanggung jawab itu harus dibebankan kepadaku semua?" keluhnya sore itu padaku. "Bukankah masih ada orang...
  • Tak Lagi Sama
    "Kenapa mereka membiarkanku sendirian?" tanya gadis kecil itu. Di sudut taman ia duduk sambil memandangi segerombolan anak peremp...
  • Rindu.
    Teruntuk dua orang di tempat yang berbeda, kukirimkan kepingan-kepingan rindu ini untuk kalian. Semoga kalian juga merasakannya dan memilik...
  • Alasan yang Terlupa
    Langit menjingga pertanda senja Saat itu, Kita berada   di tempat yang sama Di sebuah tapak yang semakin meninggi Perantara un...
  • Membunuh Ego
    Ketika semua bertahan dengan ego masing-masing, maka tak akan ada penyelesaian di antara masalah mereka. Satu-satunya hanya dengan membunuh...
  • Aku Ingin Sebuah Jawaban
    Aku menemukan foto itu saat menscroll down beranda igku. Ku perhatikan wajah bahagia mereka. Tampak sangat bahagia layaknya hidup mereka...
  • Cerita Tentang Hati yang Berantakan
    Nggak seharusnya dulu aku menghilang gitu aja dari kamu. Seharusnya dulu aku lebih sabar untuk menunggu saat indah itu. Daripada menghilang...

Blogger templates

Categories

  • akuuuu
  • puisi

Instagram

aarestii.tumblr.com twitter.com/aarestii

Blog Archive

  • ►  2016 (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2015 (10)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2014 (18)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ▼  Juli (3)
      • Afgan - Ku Mohon
      • Avril Lavigne - When You're Gone
      • Novel of Love
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (1)
    • ►  September (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Introvert Bercerita

Hello!

Unknown
Lihat profil lengkapku

Popular Posts

  • Tujuh Makhluk Penghuni 312
    Haii guys!!! Haaaahhhh… Nggak kerasa satu semester udah aku lewati di Teladan, sekolah baruku tercintaaahh :* Bahkan kini aku sudah be...
  • 7 Januari 2015
    7 Januari 2015 Aku di sini termenung. Merenungin suatu kecepatan sebuah kehidupan. Ya, cepat. Sebuah kata yang kuanggap paling tepat unt...
  • GLEN FREDLY - JANUARI
    Berat bebanku Meninggalkanmu Separuh nafas jiwaku Sirna... Bukan salahmu Apa dayaku Mungkin benar cinta sejati Tak berpihak Pa...
  • Menengok Kembali
    "Aku capek. Kenapa tanggung jawab itu harus dibebankan kepadaku semua?" keluhnya sore itu padaku. "Bukankah masih ada orang...
  • Tak Lagi Sama
    "Kenapa mereka membiarkanku sendirian?" tanya gadis kecil itu. Di sudut taman ia duduk sambil memandangi segerombolan anak peremp...
  • Rindu.
    Teruntuk dua orang di tempat yang berbeda, kukirimkan kepingan-kepingan rindu ini untuk kalian. Semoga kalian juga merasakannya dan memilik...
  • Alasan yang Terlupa
    Langit menjingga pertanda senja Saat itu, Kita berada   di tempat yang sama Di sebuah tapak yang semakin meninggi Perantara un...
  • Membunuh Ego
    Ketika semua bertahan dengan ego masing-masing, maka tak akan ada penyelesaian di antara masalah mereka. Satu-satunya hanya dengan membunuh...
  • Aku Ingin Sebuah Jawaban
    Aku menemukan foto itu saat menscroll down beranda igku. Ku perhatikan wajah bahagia mereka. Tampak sangat bahagia layaknya hidup mereka...
  • Cerita Tentang Hati yang Berantakan
    Nggak seharusnya dulu aku menghilang gitu aja dari kamu. Seharusnya dulu aku lebih sabar untuk menunggu saat indah itu. Daripada menghilang...

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

  • My Story
  • Gallery
  • Archive
  • Blog
  • About
  • Contact

Label Cloud

  • akuuuu
  • puisi
  • Beranda

Latest Posts

  • Tujuh Makhluk Penghuni 312
    Haii guys!!! Haaaahhhh… Nggak kerasa satu semester udah aku lewati di Teladan, sekolah baruku tercintaaahh :* Bahkan kini aku sudah be...
  • 7 Januari 2015
    7 Januari 2015 Aku di sini termenung. Merenungin suatu kecepatan sebuah kehidupan. Ya, cepat. Sebuah kata yang kuanggap paling tepat unt...
  • GLEN FREDLY - JANUARI
    Berat bebanku Meninggalkanmu Separuh nafas jiwaku Sirna... Bukan salahmu Apa dayaku Mungkin benar cinta sejati Tak berpihak Pa...
  • Menengok Kembali
    "Aku capek. Kenapa tanggung jawab itu harus dibebankan kepadaku semua?" keluhnya sore itu padaku. "Bukankah masih ada orang...
  • Tak Lagi Sama
    "Kenapa mereka membiarkanku sendirian?" tanya gadis kecil itu. Di sudut taman ia duduk sambil memandangi segerombolan anak peremp...
  • Rindu.
    Teruntuk dua orang di tempat yang berbeda, kukirimkan kepingan-kepingan rindu ini untuk kalian. Semoga kalian juga merasakannya dan memilik...
  • Alasan yang Terlupa
    Langit menjingga pertanda senja Saat itu, Kita berada   di tempat yang sama Di sebuah tapak yang semakin meninggi Perantara un...
  • Membunuh Ego
    Ketika semua bertahan dengan ego masing-masing, maka tak akan ada penyelesaian di antara masalah mereka. Satu-satunya hanya dengan membunuh...
  • Aku Ingin Sebuah Jawaban
    Aku menemukan foto itu saat menscroll down beranda igku. Ku perhatikan wajah bahagia mereka. Tampak sangat bahagia layaknya hidup mereka...
  • Cerita Tentang Hati yang Berantakan
    Nggak seharusnya dulu aku menghilang gitu aja dari kamu. Seharusnya dulu aku lebih sabar untuk menunggu saat indah itu. Daripada menghilang...

Blogroll

Flickr

About

Copyright 2014 Introvert Bercerita.
Designed by OddThemes