Tak Lagi Sama

"Kenapa mereka membiarkanku sendirian?" tanya gadis kecil itu. Di sudut taman ia duduk sambil memandangi segerombolan anak perempuan seusianya yang sedang asyik bermain.
"Apakah mereka sudah melupakanku setelah cukup lama tak bersua?" lanjutnya.
Gadis itu hanya termenung di sudut taman. Melihat kawan-kawannya yang tengah tertawa bahagia tanpa ia. Bermain, bercanda, bercerita lepas dan tak mempedulikan gadis kecil itu.

"Yang sudah tak sama biasanya memang terlupakan. Yang tidak mau mengikuti memang tidak akan dipedulikan." ucap seseorang yang tiba-tiba duduk di sebelah si gadis kecil.
"Tak sadarkah kamu bahwa sekarang dirimu sudah berbeda dengan mereka? Kamu sudah lebih baik dari mereka. Kamu sudah lebih maju dari mereka. Mereka yang masih sama seperti dulu tidak bisa menerimamu lagi." lanjut orang itu.

"Tapi aku ingin bersama mereka lagi, seperti dulu."
"Untuk apa kamu kembali kepada mereka yang tidak baik untukmu? Mereka yang sombong kepadamu. Mereka hanya bisa memberikan pengaruh buruk bagimu. Memangnya dulu ketika kamu masih bersama mereka, kamu selalu dipedulikan? Tidak juga kan? Kamu hanya "pelengkap" saja kan? Dan kamu juga tidak berpengaruh besar untuk mereka."

Gadis itu terdiam. Menyadari ucapan orang itu semuanya benar.
"Hmm.. Kamu benar. Bahkan sekarang untuk sekedar menyapaku pun mereka enggan." mata gadis itu berkaca-kaca.
"Sudahlah. Masih banyak di luar sana teman yang mau menerimamu tanpa pamrih. Tanpa kamu harus memiliki kesamaan dengan mereka."




#a
#tulisan.kedelapan
#29harimenuliscinta

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Posting Komentar