Cerpen
Kita Sayang Bumi, Bumi Sayang Kita
Keluarga planetarium memiliki 9
anak. Mereka ialah Bumi, Mars, Venus, Uranus, Yupiter, Neptunus, Saturnus,
Merkurius dan si kecil Pluto. Mereka sangat rukun. Suatu siang, Bumi menyendiri
dan tidak ikut bermain bersama kedelapan saudaranya. Pluto yang melihat itu pun
langsung menghampiri Bumi.
"Kak Bumi mengapa sendirian di sini dan tidak ikut bermain bersama kami?" tanya Pluto membuyarkan lamunan Bumi.
"Emm.. Eh kamu Pluto. Kakak tidak apa-apa kok." jawab Bumi
"Tapi kakak terlihat sedih." Pluto tak percaya dengan jawaban Bumi
"Percayalah, kakak tidak apa-apa."
"Baiklah kalau memang begitu."
Beberapa hari kemudian...
Lagi-lagi Bumi tampak murung dan tidak ikut bermain bersama kedelapan saudaranya. Begitulah Bumi akhir-akhir ini. Hal itu membuat saudara-saudaranya curiga.
"Kenapa ya, akhir-akhir ini Bumi kok sering menyendiri?" tanya Venus kepada saudara-saudaranya.
"Iya, aku juga heran. Aku sudah mencoba bertanya pada Kak Bumi. Tapi dia tidak mau cerita." ujar Pluto
"Kak Bumi mengapa sendirian di sini dan tidak ikut bermain bersama kami?" tanya Pluto membuyarkan lamunan Bumi.
"Emm.. Eh kamu Pluto. Kakak tidak apa-apa kok." jawab Bumi
"Tapi kakak terlihat sedih." Pluto tak percaya dengan jawaban Bumi
"Percayalah, kakak tidak apa-apa."
"Baiklah kalau memang begitu."
Beberapa hari kemudian...
Lagi-lagi Bumi tampak murung dan tidak ikut bermain bersama kedelapan saudaranya. Begitulah Bumi akhir-akhir ini. Hal itu membuat saudara-saudaranya curiga.
"Kenapa ya, akhir-akhir ini Bumi kok sering menyendiri?" tanya Venus kepada saudara-saudaranya.
"Iya, aku juga heran. Aku sudah mencoba bertanya pada Kak Bumi. Tapi dia tidak mau cerita." ujar Pluto
"Menurutku, Bumi sedih karena
manusia-manusia yang tinggal di dalamnya sudah berbuat sewenang-wenang.
Lihatlah, mereka sering menebangi pohon, membuang sampah sembarangan dan
melakukan hal-hal yang bisa merusak Bumi. Aku kasihan melihat Bumi."
Neptunus mencoba berpendapat.
"Dasar manusia-manusia jahat!" ucap Pluto dengan marah. Tiba-tiba datanglah Bumi menghampiri mereka. Sepertinya Bumi tau bahwa kedelapan saudaranya sedang membicarakan dirinya.
"Benar Bumi, memang kami sedang membicarakanmu. Kami heran mengapa akhir-akhir ini kamu tampak murung. Bumi, kami kan saudaramu, jadi jangan sungkan untuk menceritakan masalahmu kepada kami." ucap Venus. Bumi pun terdiam sejenak. Suasana pun menjadi hening. Dengan sedih, Bumi pun menceritakan kemurungannya. Ternyata pendapat Neptunus benar. Bumi sedi karena manusia yang tinggal di dalamnya berbuat sewenang-wenang terhadapnya. Saudara-saudara Bumi pun menjadi geram. Mereka ingin membuat manusia-manusia itu jera. Namun tak tau harus berbuat apa agar manusia jera.
"Dasar manusia-manusia jahat!" ucap Pluto dengan marah. Tiba-tiba datanglah Bumi menghampiri mereka. Sepertinya Bumi tau bahwa kedelapan saudaranya sedang membicarakan dirinya.
"Benar Bumi, memang kami sedang membicarakanmu. Kami heran mengapa akhir-akhir ini kamu tampak murung. Bumi, kami kan saudaramu, jadi jangan sungkan untuk menceritakan masalahmu kepada kami." ucap Venus. Bumi pun terdiam sejenak. Suasana pun menjadi hening. Dengan sedih, Bumi pun menceritakan kemurungannya. Ternyata pendapat Neptunus benar. Bumi sedi karena manusia yang tinggal di dalamnya berbuat sewenang-wenang terhadapnya. Saudara-saudara Bumi pun menjadi geram. Mereka ingin membuat manusia-manusia itu jera. Namun tak tau harus berbuat apa agar manusia jera.
...
Suatu hari hujan lebat mengguyur isi Bumi. Hujan ini disertai angin kencang. Akibatnya banyak terjadi banjir, pohon tumbang, tanah longsor dan banyak bencana lainnya. Manusia pun terkena imbasnya. Mereka sibuk menyelamatkan diri mereka masing-masing.
"Lihatlah manusia-manusia di dalam Bumi." ucap Yupiter
"Kasihan mereka. Sepertinya mereka sudah mendapat hukuman dari perbuatan mereka selama ini. Kira-kira apa ya yang akan mereka lakukan?" tanya Merkurius
"Entahlah. Kita lihat saja nanti."
Beberapa hari kemudian...
Manusia-manusia di Bumi tampak sedih karena bencana beberapa hari yang lalu. Mereka pun sadar bahwa mereka sudah merusak Bumi. Setelah bencara itu, manusia pun berubah. Mereka lebih sayang kepada Bumi dan tidak pernah lai menebang pohon sebarangan, membuang sampah sembarangan, dan berbuat hal-hal yang merusak Bumi. Sejak itu, Bumi menjadi lebih asri, sejuk dan nyaman.
Keluarga planetarium pun ikut
bahagia.
"Selamat ya Bumi. Sekarang manusia sangat menyayangimu." ucap saudara-saudara Bumi.
"Iya, terimakasih saudara-saudaraku."
"Selamat ya Bumi. Sekarang manusia sangat menyayangimu." ucap saudara-saudara Bumi.
"Iya, terimakasih saudara-saudaraku."
ABOUT THE AUTHOR
Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible
0 komentar:
Posting Komentar